Sabtu, 04 Maret 2017

Sponsor Paytren

Berikut Langkah - langkah yang harus anda lakukan ketika ingin mendaftar Bisnis Paytren:

  1. Anda sangat dianjurkan untuk mempelajari terlebih dahulu mengenai Apa itu Bisnis Paytren. Anda bisa mempelajarinya melalui web/blog di sini atau di sini atau anda bisa juga dengan menghubungi nomor WA/SMS di nomor 0815 8503 0149. Jika sudah paham silahkan lanjutkan langkah berikutnya;
  2. Pilih dan tentukan Paket Bisnis yang anda inginkan. Untuk pilihan paketnya anda bisa lihat di blog/web saya atau klik di sini. Jika sudah yakin dengan paket yang anda pilih, selanjutnya anda ikuti langkah ke-3 berikut;
  3. Hubungi Sponsor Anda, misal sponsor anda adalah saya, maka hubungilah saya di nomor kontak 0815 8503 0149; atau anda bisa juga dengan mengisi formulir langsung di sini, jangan lupa sertakan nomor HP anda di form pengisisan.
  4. Lakukan transfer sesuai nominal paket dengan jumlah nilai unik yang telah dipesankan oleh Sponsor dari Pusat. Misal: Paket Bisnis Basic Rp. 350.000, dipesankan sponsor menjadi 350.053, maka transferlah sesuai nominal tsb jangan kurang ataupun lebih karena bila tidak sesuai bisa mengakibatkan proses terpending atau paling tidak butuh waktu lebih lama prosesnya. Selain itu, sebagai catatan, usahakan agar transfer tidak melebihi pukul 19.00 karena khawatir terjadi pending dari layanan ).
  5. Setelah dana terkirim silahkan menghubungi sponsor dengan melampirkan bukti transfer sesuai jumlah, nanti sponsor akan menghubungi anda untuk menginformasikan kode serial yang nantinya akan digunakan untuk melakukan aktivasi pada aplikasi Paytren. Untuk aplikasi Paytren bisa anda download disini.
  6. Setelah anda mendapatkan kode serial dari sponsor, anda bisa jalankan aplikasi, kemudian klik pada menu login di pojok kiri atas, nanti anda akan diarahkan ke tampilan berikutnya, kemudian klik daftar à masukkan kode serial, lalu isi data diri anda sesuai KTP.
  7. Selesai.

Catatan: Jika ada yang kurang jelas, silahkan anda hubungi saya di nomor 0815 8503 0149 (Telp/SMS/WA). Insya Allah dengan senang hati saya akan membimbing anda sampai anda bisa menjadi bagian dari kemitraan Bisnis Paytren yang Super Dahsyat ini. Kita berjama'ah menuju sukses. Semoga Allah SWT. senantiasa memberkati serta meridhoi setiap niat dan ikhtiar kita semua. Aamiin ya mujibashailiin.


Rabu, 01 Maret 2017

Keputusan Perusahaan Mengenai Penghapusan Paket Silver, Gold, Platinum

Assalamualaikum Mitra Payren dimanapun Anda berada.

Kami Manajemen Paytren, dengan ini mengumumkan Surat Keputusan Perusahaan tentang Penghapusan PAKET SILVER, GOLD & PLATINUM.

Mengingat pentingnya pengumuman ini, kami menghimbau kepada seluruh Mitra semua untuk bisa memahami dengan baik tentang esensi yang terkandung dalam pasal-pasal berikut ini.

Terima kasih.



Jumat, 24 Februari 2017

Ada Apa dengan Polygami??

Heboh…! Kenapa harus heboh? Polygami kan salah satu fenomena kehidupan yang biasa dan sangat wajar? Yang kurang ajar justru orang-orang yang berupaya untuk mematikan ’sunnah’ dari muka bumi! Lantas, kemana kaki mesti berpijak? Dimana keyakinan mesti ditambat? Bukan semata atas dasar syahwat, tapi justru demi menyelamatkan sebuah martabat yang bisa tersesat! (Sampai disini boleh jadi anda mengira penulis adalah calon praktisi polygami ya? Ah..., ga juga...). Kenapa sih, sulit bersikap bijak dan sehat? Katakan saja, ”Silakan berpoligami, asal dengan syarat....!”

Syarat Pertama
Niat dan tujuan yang benar. Jujur kita akui, memang ada banyak orang telah menjadikan Poligami sekedar solusi untuk melegitimasi hubungan yang semula haram menjadi halal, yang notabene hubungan tersebut awalnya muncul lewat hasrat atau hawa nafsu yang mungkin kurang terkelola dengan baik -- bukan atas dasar upaya sosial, misalnya dalam rangka menjaga serta melindungi harkat dan martabat seorang wanita dari segala fitnah kesendiriannya. Kalau boleh meminjam kata dari pepatah, ”Dari mata turun ke syahwat!” Nah, kalau sudah turun ke syahwat, bisa berbahaya! Yang sangat mungkin terjadi adalah timbulnya hawa nafsu. Hawa itu dorongan, sedangkan Nafsu berarti keinginan. Sehingga, bila syahwatnya sudah tidak lagi bisa terkontrol, maka yang timbul kemudian adalah ’dorongan’ untuk mewujudkan ’keinginan’ syahwatnya tersebut, meskipun lewat cara-cara yang menyesatkan!

Bagi sebagian orang yang takut akan dosa perzinahan, menikah akan menjadi alternatif terbaik bagi dirinya, walaupun mungkin saat itu dia sudah berkeluarga! Itu tidak salah, dan pernikahannya tetap sah. Hanya saja, niat serta caranya sudah agak melenceng dari hakikat perkawinan itu sendiri. Apa yang dilakukannya itu, cenderung di dorong oleh kepentingan hawa nafsunya saja. Niatnya sudah tidak benar, karena hanya ingin bisa menikmati kecantikan fisik si wanita belaka. Ketika dia mengatakan, ”Aku sangat mencintaimu!” Maka yang terucap dalam benak dia sebenarnya adalah, ”Aku sangat bernafsu padamu!” Hayo... ngaku... Celaka...

Syarat Kedua
Tahu diri. Siapa sih, loh...? Memangnya sudah layak menjadi salah seorang praktisi poligami? Akhlaknya bagaimana? Pemahaman serta pengamalan dinnul Islamnya’ sejauh apa? Intelektualitasnya? Emosionalnya? Spiritualnya? Kekuatan jasmaninya? Dan... penghasilannya...? Semua itu juga harus menjadi pertimbangan yang matang, loh...!!

Syarat Ketiga
Restu Istri dan Keluarga. Ini harus! Sebab, hal tersebut menyangkut pertimbangan perasaan Istri/keluarga. Jika memang tidak diizinkan, ya sikapi secara bijaksana, jangan malah tetap bersikeras untuk menikah lagi, apalagi dengan sembunyi-sembunyi! Itu menjadi salah satu bukti bahwa dirinya belumlah layak untuk berpoligami, karena belum apa-apa saja dia sudah berpotensi melukai perasaan istri pertamanya! Gimana, tuh....?

Kalau seseorang belum bisa mengelola diri dan keluarganya secara baik dan ’sukses’, maka benahi saja dahulu yang sudah ada..., kenapa malah membuka lahan baru? Mau menambah kesengsaraan/kezaliman baru? Na’udzubillah....  

Syarat Keempat
Alasan yang tepat. Jangan jadikan syari’at sebagai alibi untuk menyalurkan syahwat! Banyak orang berargumentasi, bahwa daripada seseorang terjerumus kepada perbuatan maksiat, maka lebih baik dia memiliki istri dua, tiga, atau bahkan empat. Itu bukan alasan yang tepat...!

Selintas ditelinga, argumentasi tersebut memang ada benarnya juga. Tapi kalau kita bertanya, memangnya kenapa seseorang bisa terjerumus kepada perbuatan maksiat? Apa yang melatarbelakangi seseorang punya hasrat dengan wanita lain? Sampai-sampai mereka mencari-cari alasan, ”daripada saya.... lebih baik...”

Ada banyak kemungkinan kenapa seseorang bisa timbul hasrat dengan wanita lain. Diantaranya barangkali dari tidak terjaganya pandangan, pergaulan, obrolan empat mata, dan lain sebagainya. Ditambah faktor lainnya adalah daya tarik si wanita itu sendiri yang memang menggoda sekaligus menggelitik naluri kemanusiaan si pria. Apalagi jika syetan sudah turut campur... Wah, kena deh...!

Makanya..., jaga pandangan, jangan suka jelalatan! Jaga kemaluan, jangan ikuti bisikan syetan...! Insya Allah aman...!

Syarat kelima
Jalankan keempat syarat-syarat di atas dengan cerdas dan sungguh-sungguh, maka insya Allah seseorang layak untuk berpoligami. Wallahu a’lam bishowwab.

(Insya Allah bersambung, Erbil, pen)

Fungsi Keluarga

Keluarga merupakan sebuah lembaga atau institusi dimana disana akan menjadi wadah untuk lahir dan tumbuhnya bani-bani Adam, yang kelak diharapkan menjadi generasi penerus estafeta perjuangan dalam rangka mewujudkan tegakknya kalimah Allah di muka bumi. Di dalam keluargalah seorang anak akan dididik serta ditempa untuk menjadi para mujahid wal mujahidah yang tangguh dan taat. Yang senantiasa ingat serta beribadah hanya pada Allah semata.

Hal ini sudah menjadi tugas dan tanggung jawab setiap mukmin yang telah sama-sama komitmen untuk membangun sebuah lembaga kecil yang disebut keluarga.

Karena itu, jagalah diri serta keluarga anda dari jilatan siksa api neraka. Teguhkanlah hati anak-anak anda kelak untuk senantiasa mengingat, menyembah serta mengabdi hanya pada Allah selama-lamanya.

Allah SWT. berfirman : "Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan". (QS. At Tahrim 66 : 6)

"Adakah kamu hadir ketika Ya'qub kedatangan  maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: "Apa yang kamu sembah sepeninggalku?" Mereka menjawab: "Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq,  Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya". (QS. Al Baqarah, 2 : 133)

Keluarga yang ideal adalah yang senantiasa berlandaskan atas iman dan takwa alallah. Tanpa didasari oleh keimanan dan ketakwaan pada Allah, maka niscaya keluarga tersebut akan menjadi simpang siur, tak tentu arah dan tujuan, tak memiliki petunjuk serta pedoman didalam mengelolanya.

Selain dari itu, keluarga yang ideal adalah keluarga yang mampu menjelma menjadi sebuah lembaga kecil yang berfungsi sebagai wadah untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, menjadi pusat pembinaan intelektual, emosional serta spiritual para penghuninya, yang didalamnya senantiasa dilakukan berbagai pengembaraan-pengembaraan ruhaniah pada Robbnya. Insya Allah, bila ini senantiasa dilakukan, maka niscaya keluarganya akan mendapatkan ketentraman serta kedamaian hati. Sekuat apapun badai rintangan yang datang bertamu padanya, akan dapat disikapi dengan lapang dada, penuh kesabaran dan keikhlasan. Karena ia yakin, bahwa hidup ini adalah sebuah skenario besar yang telah ditentukan oleh Sang Maha Pencipta. Allah-lah yang telah menciptakan dirinya, maka tentunya Allah jualah yang tahu benar apa yang terbaik bagi dirinya.

Hal tersebut di atas, akan menjadi modal kesuksesan seseorang didalam membentuk sebuah keluarga yang Sakinah (ketenteraman hati), Mawaddah (cinta), dan Rahmah (kasih sayang).

"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu pasangan hidup dari jenismu sendiri, supaya kamu  cenderung merasa tenteram disampingnya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir". (QS. Ar Ruum : 21)

(insya Allah bersambung).

Tetap Bersabar dan Istiqomah

Bissmillahirrahmanirrahiim...

Jangan pernah merasa terhimpit oleh sempitnya keadaan, sebab keadaan akan berubah bersama anugerah dari Allah. Hari esok adalah perkara ghoib. Kita tidak akan pernah tahu cerita apa yang akan kita alami esok hari. Tetaplah melangkah dalam ranah perjuangan, bersama harapan yang senantiasa ada dalam lingkar kehidupan.

Ketika kita tengah berada pada posisi tersulit sekalipun, yakinlah bahwa disebalik itu sudah ada kemudahan yang akan selalu menyertai. Allah sebenarnya telah menyiapkan jalan keluar disetiap permasalahan yang kita hadapi. Kita hanya perlu menyambutnya dengan penuh kesabaran tanpa batas. Dan orang yang bersabar adalah orang yang tetap istiqomah dengan kesungguhan ikhtiar. Yang senantiasa mendawamkan sholatnya secara benar dan khusyu'.

Allah SWT. berfirman, "Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung". (QS. Ali 'Imraan: 200)

Ketika kita hari ini masih dihadapkan pada keadaan yang kurang menguntungkan, maka sekali lagi, sikap kita harus tetap dalam "sabar" yang senantiasa diperkuat perisainya, kemudian tetap bergerak melakukan berbagai aktivitas yang disandarkan atas dasar ketakwaan pada-Nya. 

Insya Allah, kelak pada masa yang "benar-benar tepat" menurut Allah, keberuntungan akan mengalir menghampiri kehidupan kita yang semula gersang oleh kesempitan meradang.

Jadi, janganlah cepat menyerah! Majulah terus menapaki jalan-jalan menuju keridhoan-Nya. Setiap kita memang perlu sukses, akan tetapi istiqomah dalam kesabaran akan lebih menyukseskan kita di dunia dan akhirat. Ingatlah, Allah akan cenderung memberikan karunia dan tolong-Nya kepada orang-orang yang selalu bersabar. Maka, kenapa harus takut menjalani hidup jika ada jaminan dari Allah? Kenapa harus ragu jika Allah SWT berjanji akan menolong kita? Beranikah kita katakan Allah dusta dalam firmannya? Tentulah Allah sayang pada kita, mustahil Allah berlaku zalim. Sekecil apapun amal shalih yang dilakukan, akan dibalas mutlak oleh Allah SWT. Dan amal yang lebih dicintai Allah adalah amal shalih yang dilakukan secara istiqomah lagi terus menerus, meskipun bobotnya baru sedikit. Maka, nikmat Allah mana lagi yang kita dustakan?? Sungguh..., Maha benar Allah dengan segala firman-Nya....

Walhamdulillahi robbil 'alamiin...